Seseorang menghadapi masa depan dengan masa lalu.
Yang menabur kebajikan menuai kehormatan.
Bersikaplah baik jika memungkinkan. Itu selalu mungkin.
Bicara tidak memasak nasi.
Dia mampu yang mengira dia mampu.
Untuk berhasil, pertama -tama kita harus percaya bahwa kita bisa.
Belajar dari kemarin, hidup untuk hari ini, berharap untuk besok.
Gulma tidak lebih dari bunga yang menyamar.
Lakukan, atau tidak. Tidak ada percobaan.
Semua keberanian yang serius dimulai dari dalam.
Jangan menunggu. Waktunya tidak akan pernah tepat.
Waktu adalah penasihat yang paling bijaksana dari semuanya.