Definisi: uang
<b>uang 1</b> <i>n</i> alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yg sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yg dicetak dng bentuk dan gambar tertentu; <b>2</b> <i>n</i> harta; kekayaan: <i>hidupnya seolah-olah hanya mencari --;</i> <b>3</b> <i>kl num</i> sepertiga tali (= 8a sen uang zaman Hindia Belanda);<br><i>setali tiga -- , pb</i> sama saja;<br>--<b> adat</b> uang untuk membayar ongkos perkara, ongkos administrasi, dsb; --<b> administrasi</b> biaya untuk mengurus surat-surat dsb yg diperlukan; --<b> antaran</b> uang dsb sbg pemberian dr pihak mempelai laki-laki kpd calon mertua (untuk biaya perkawinan); --<b> bandar</b> uang yg dipertaruhkan dl perjudian: <i>penjudi beserta -- bandarnya dibawa polisi;</i> --<b> bangku</b> uang sumbangan sbg pengganti biaya pembelian bangku bagi calon murid yg akan masuk ke suatu sekolah: --<i> bangku harus dibayar ketika murid mendaftarkan diri;</i> --<b> belanja 1</b> uang yg disediakan atau dikeluarkan untuk belanja sehari-hari: <i>semua gajinya diserahkan kpd istrinya sbg -- belanja selama sebulan;</i> <b>2</b> <i>ark</i> gaji; --<b> buta</b> gaji yg diterima oleh karyawan yg tidak aktif bekerja: <i>sementara menunggu kepindahannya ia tinggal di rumah saja, makan -- buta</i>; --<b> dengar</b> <i>cak</i> uang yg diberikan krn turut mengetahui terjadinya transaksi; --<b> duduk</b> uang yg dibayarkan sbg imbalan kpd peserta rapat, konferensi, dsb: <i>setiap kali menghadiri sidang ia menerima -- duduk;</i> --<b> duka</b> uang yg diberikan kpd ahli waris orang yg meninggal: <i>karyawan yg meninggal itu menerima -- duka dr perusahaan sebesar tiga kali gaji;</i> --<b> dukacita</b> uang duka; --<b> gantung</b> <i>ark</i> uang muka (panjar); --<b> gedung</b> uang sumbangan untuk pembangunan gedung sekolah, diwajibkan bagi calon murid: --<i> gedung dapat diangsur enam kali, dibayarkan bersama uang sekolah;</i> --<b> giral</b> <i>Ek</i> alat pembayar (penukar) dl bentuk surat-surat berharga (spt cek); --<b> hangus 1</b> uang pemberian dr pihak mempelai laki-laki kpd pihak mempelai wanita untuk membantu biaya perkawinan; <b>2</b> <i>Ek</i> uang anggaran yg tersisa atau tidak habis terpakai krn melampaui batas waktu yg telah ditentukan (biasanya harus dikembalikan kpd pemerintah); --<b> hilang</b> uang yg diberikan sbg tanda jadi suatu perjanjian sewa-menyewa dan tidak diperhitungkan dl keseluruhan biaya sewa-menyewa; --<b> insentif</b> uang perangsang; --<b> jaga</b> uang yg diberikan sbg upah berjaga atau menunggu (rumah dsb); --<b> jaga-jaga</b> uang yg sengaja disimpan untuk dipakai apabila diperlukan (msl apabila uang yg telah disediakan tidak mencukupi); --<b> jajan</b> uang yg diberikan (disediakan) untuk dibelanjakan sewaktu-waktu (biasanya untuk anak-anak yg belum punya penghasilan dan jumlahnya tidak terlalu besar): <i>tiap hari ia mendapat -- jajan dr ibunya</i>; --<b> jalan</b> uang untuk biaya perjalanan (ongkos kendaraan, biaya menginap, makan, dsb) diberikan kpd karyawan yg bertugas ke luar kota; --<b> jaminan</b> uang yg dipakai sbg jaminan atas transaksi yg telah disepakati sampai batas waktu yg telah ditentukan (jika transaksi tidak ditepati sesuai dng waktu yg ditentukan, uang tsb hilang); uang tanggungan; --<b> jasa 1</b> uang yg diberikan sbg pembalas jasa (hadiah, uang pensiun, bonus): <i>krn sudah dua puluh tahun bekerja dng baik, ia menerima surat penghargaan dan juga -- jasa;</i> <b>2</b> bunga uang: <i>simpanlah uang Anda di bank, Anda akan mendapatkan -- jasa yg lumayan besarnya;</i> --<b> jemputan</b> uang yg diberikan oleh pihak perempuan kpd pihak laki-laki sbg permintaan akan dijadikan menantu (di Minangkabau); --<b> jujur</b> uang yg diberikan pengantin laki-laki kpd calon mertua; --<b> kaget</b> <i>cak</i> uang yg diperoleh secara tidak diduga sebelumnya; --<b> kancing</b> uang untuk tanggungan; --<b> kartal</b> <i>Ek</i> uang yg berupa logam atau kertas (sebagaimana yg dipakai untuk jual beli sehari-hari): <i>memperbanyak uang giral, mengurangi -- kartal;</i> --<b> karun 1</b> uang yg termasuk harta karun; <b>2</b> uang yg diperoleh dng jalan yg tidak halal; --<b> kas </b>uang yg disimpan dl kas, milik suatu perkumpulan atau instansi pemerintah; --<b> kecil</b> uang yg nilainya kecil (dl bentuk uang kertas dan uang logam) spt uang ratusan, lima puluhan, dan dua puluh lima rupiah; --<b> kelip</b> uang nikel berharga lima sen (uang pd zaman Hindia Belanda); --<b> kembali(an)</b> uang kelebihan pembayaran yg harus dikembalikan kpd pembayar; --<b> keras</b> uang yg tetap mantap nilainya dl pertukaran dng uang lain di dunia internasional; --<b> kertas</b> uang yg terbuat dr kertas (bukan logam), dikeluarkan oleh bank pemerintah; --<b> kertas bank</b> <i>Ek</i> janji yg dibuat oleh bank untuk membayar kpd seseorang, diterbitkan berdasarkan undang-undang dan berlaku sbg alat bayar; --<b> komisi</b> uang sbg upah menjualkan barang atau menyediakan jasa: <i>mendapat -- komisi 5% dr hasil penjualan;</i> --<b> kontan </b>uang tunai; --<b> kopi</b> uang lelah; --<b> kuasi</b> uang yg berada di bank berupa tabungan, deposito, dan rekening dl valuta asing; --<b> kuliah</b> uang yg dibayarkan oleh (calon) mahasiswa sbg biaya pendidikan di perguruan tinggi: <i>ada beberapa mahasiswa yg dibebaskan dr kewajiban membayar -- kuliah;</i> --<b> kunci</b> uang yg dibayarkan kpd pemilik yg rumahnya akan disewa; --<b> lauk-pauk</b> uang tambahan pd gaji (biasanya anggota tentara) yg tidak mendapat ransum: <i>prajurit mendapat -- lauk-pauk di samping gaji bulanan;</i> --<b> lelah</b> uang yg diberikan sbg imbalan setelah menyelesaikan suatu pekerjaan; --<b> lembur</b> uang upah yg dibayarkan untuk bekerja lembur di luar jam kerja yg telah ditentukan:<i> siapa yg mau bekerja sampai sore hari akan menerima -- lembur;</i> --<b> lepas</b> sejumlah uang yg diberikan kpd pegawai yg diberhentikan dng hormat dr pekerjaan atau jabatannya krn pengurangan pegawai dsb; uang pesangon; --<b> logam</b> uang yg dibuat dr logam (spt emas, perak): <i>Pemerintah mengeluarkan -- logam yg bernilai Rp100,00; --<b> makan</b> uang untuk biaya makan (dl melakukan pekerjaan, tugas, dsb): setiap bertugas ke luar kota ia menerima -- makan; --<b> masak</b> uang yg diberikan para penari kpd pemukul gong, pemain gendang, dan ronggeng (apabila sudah selesai pertunjukan); --<b> meja</b> uang ongkos perkara; --<b> minum</b> uang lelah; --<b> miskin</b> uang yg disediakan untuk disumbangkan kpd orang-orang miskin; --<b> muka</b> uang yg dibayarkan terlebih dahulu sbg tanda jadi pembelian dsb; panjar; persekot: mereka yg hendak membeli mobil harus menyerahkan -- muka 10%; --<b> panas 1</b> uang pinjaman dng bunga yg tinggi: -- panas tidak membawa berkah; <b>2</b> uang yg diperoleh dng mudah atau dng jalan yg tidak sah; <b>3</b> cak uang yg banyak tersedia dl peredaran: pemerintah bermaksud menyedot -- panas yg beredar di masyarakat; --<b> pangkal</b> uang yg harus dibayar dulu ketika mula-mula masuk sekolah, perkumpulan, dsb: tiap murid membayar -- pangkal Rp5.000,00; --<b> pecahan</b> uang kecil; uang receh; --<b> pelicin</b> cak uang yg diberikan secara tidak resmi kpd petugas yg berwenang untuk memperlancar urusan; uang semir: beri saja -- pelicin supaya urusanmu cepat selesai; --<b> pelincir</b> uang pelicin; --<b> pelumas</b> uang pelicin; --<b> penegur</b> uang tegur; --<b> penjaga</b> uang yg disimpan sbg cadangan (persediaan); --<b> penyongsong</b> uang kelebihan pembayaran; uang kembali; --<b> perangsang</b> uang yg diberikan kpd karyawan (pegawai) di luar gaji tetap untuk merangsang produktivitas kerja; --<b> pesangon 1</b> uang yg diberikan kpd penghuni rumah (penyewa atau pengontrak) yg disuruh pindah; <b>2</b> uang yg diberikan kpd pegawai (buruh, karyawan) yg berhenti atau diberhentikan krn perusahaan (pabrik) tutup dsb; uang lepas: mereka yg diberhentikan mendapat -- pesangon sebesar tiga bulan gaji; --<b> pintu</b> biaya yg harus dibayar oleh pengunjung rumah makan, kelab malam, dsb di luar makanan dan minuman; uang masuk; --<b> receh</b> uang kecil; --<b> rokok</b> uang yg diberikan sbg persen, hadiah, balas jasa, dsb; --<b> saksi</b> uang yg diberikan kpd saksi pd pengadilan untuk ongkos jalan dsb; --<b> saku</b> uang yg dibawa untuk keperluan sewaktu-waktu; uang jajan; --<b> sara</b> uang sokongan; uang pensiun: dia mendapat -- sara dr perusahaan; --<b> sekolah</b> uang pembayaran biaya pendidikan di sekolah; --<b> selawat</b> uang yg diberikan sbg upah kpd orang yg membacakan doa (pd waktu selamatan dsb); --<b> sembah</b> Jk uang yg diberikan oleh pihak calon mempelai laki-laki kpd calon mertua sesudah pinangan diterima; --<b> semir</b> cak uang pelicin; --<b> sen</b> mata uang senilai 1/100 rupiah (pd zaman Hindia Belanda); --<b> seraya</b> uang yg harus dibayar oleh penduduk untuk keperluan desa (spt gaji kepala negeri dan juru tulis); --<b> sesai</b> uang jujur atau maskawin yg belum dibayar; --<b> sidang</b> uang duduk; --<b> siluman</b> biaya yg dikeluarkan oleh pengusaha (perusahaan dsb) di luar biaya resmi dan biasanya bersifat rahasia: -- siluman masih ada terus di pelabuhan itu; --<b> sirih</b> uang lelah; --<b> sogok</b> uang yg diberikan kpd petugas untuk menyogok agar urusan lancar dsb; uang suap; --<b> tanda jadi</b> uang yg dibayarkan terlebih dahulu sbg tanda telah terjadi transaksi; --<b> tanggungan</b> uang tanda jadi; --<b> taruhan</b> uang simpanan; uang hasil bertaruh; --<b> tegur</b> Jk uang yg diberikan suami sbg permintaan kpd istri untuk memulai bergaul secara resmi sbg suami istri (bagi pengantin baru); --<b> tempel</b> uang sogok; --<b> terjun</b> uang tambahan yg diberikan di samping gaji kpd pasukan terjun payung; --<b> tiap</b> uang kunci; --<b> tikaman</b> uang pasangan lotre dsb; --<b> tinta</b> uang imbalan yg diberikan kpd orang yg membuatkan surat, menandatangani, dsb; --<b> tolak</b> uang yg diberikan untuk melancarkan penyelesaian suatu urusan; uang sogok; --<b> tumpangan</b> uang yg diberikan kpd induk semang sbg pembayar biaya menumpang: -- tumpangannya seratus ribu rupiah setiap bulan; --<b> tunai</b> uang kontan (uang kertas dan uang logam yg tersedia dan langsung dapat digunakan); --<b> tunggu</b> uang tunjangan kpd pegawai (negeri) yg sudah tidak lagi menjalankan pekerjaannya, tetapi belum diberhentikan secara resmi atau dipensiun; --<b> ujian</b> <b>1</b> orang yg dibayarkan oleh siswa atau mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian; <b>2</b> uang vakasi; --<b> vakasi</b> uang imbalan menguji, memeriksa kertas ujian, dsb; uang ujian;<br><b>ber·u·ang 1</b> v mempunyai uang: sepeser pun saya tidak ~; <b>2</b> a ki kaya: orang yg dapat menikmati makanan semahal itu hanyalah orang yg ~;<br><b>meng·u·angi</b> v memberi modal; memodali; membiayai: pamannyalah yg ~ perusahaannya;<br><b>meng·u·ang·kan</b> v menukarkan (wesel, cek, dsb) dng uang tunai: ~ cek di bank;<br><b>uang-uang·an</b> n tiruan mata uang (dl permainan dsb): digunting-guntingnya kertas itu untuk dijadikan ~;<br><b>per·u·ang·an</b> n perihal yg berhubungan dng uang; keadaan dan urusan uang: kekacauan perdagangan dan ~ cukup merepotkan negara-negara berkembang;<br><b>peng·u·ang·an</b> n proses, cara, perbuatan menguangkan;<br><b>ke·u·ang·an</b> n <b>1</b> seluk-beluk uang; urusan uang; <b>2</b> keadaan uang: ~ makin baik; biayanya tidak terjangkau oleh ~ ku<br></i>
Loading...