<b>pan·cang</b> <i>n</i> potongan bambu (kayu dsb) yg pangkalnya runcing, ditancapkan atau dihunjamkan ke tanah (untuk tanda batas, tambatan, penguat pinggir parit, dsb): <i>menambatkan perahu pd --;<br>sbg -- diguncang arus, pb</i> orang yg tidak tetap pendiriannya;<br><b>me·man·cang</b> <i>v</i> <b>1</b> memasang pancang: ~<i> persil (tanah)</i>; <b>2</b> menyerupai pancang (berdiri tegak, tetap tidak berubah, tetap teguh, mencuar, dsb): <i>menara mercu suar ~ di pulau kecil itu</i>;<br>~<b> gelanggang 1</b> membuat gelanggang (untuk mengadu ayam, bertanding, dsb); <b>2</b> mengadakan keramaian (pd perayaan perkawinan dsb);<br><b>me·man·cang·kan</b> <i>v</i> <b>1</b> memasang (menancapkan) pancang (tiang dsb) ke tanah: <i>para petugas PLN itu sedang ~ tiang listrik</i>; <b>2</b> <i>ki</i> memasang (iklan, pengumuman, dsb di surat kabar dsb): <i>perguruan tinggi swasta itu ~ iklan di surat kabar</i>; <b>3</b> <i>ki</i> menanamkan (kekuasaan, pengaruh, dsb di suatu negeri): <i>negara itu ~ kekuasaan di daerah jajahannya</i>;<br><b>ter·pan·cang</b> <i>v</i> <b>1</b> sudah dipancang (tt tonggak, tiang pancang): <i>beberapa tiang bendera ~ di depan gedung Sekretariat ASEAN</i>; <b>2</b> sudah dipasangi pancang; sudah dipagar (dibatasi dsb) dng pancang: <i>lahan untuk kompleks Perumnas itu sudah ~;</i> <b>3</b> terpampang: <i>di ruang tamu ~ lukisan almarhum Jenderal Sudirman</i>; <b>4</b> berdiri tegak; terpaku; tertegun: <i>orang asing itu ~ ketika melihat Candi Borobudur</i>; <b>5</b> <i>ki</i> berurat berakar teguh-teguh: <i>ajaran agama ~ dl kalbu umat Islam</i>;<br><b>pan·cang·an</b> <i>n</i> yg (sudah) dipancang; yg (sudah) dipatok