<b>hu·kum</b> <i>n</i> <b>1</b> peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; <b>2</b> undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; <b>3</b> patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu; <b>4</b> keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis;<br>--<b> acara</b> hukum yg menentukan proses pengadilan dl penyelesaian sengketa; --<b> acara perdata</b> hukum acara yg melaksanakan dan mempertahankan hukum perdata materiil atau hukum perdata formal; --<b> acara pidana</b> hukum pidana formal; --<b> adat</b> hukum yg tidak tertulis (berdasarkan adat); --<b> administrasi</b> hukum tt pelaksanaan fungsi (kegiatan kenegaraan); --<b> agraria</b> keseluruhan kaidah hukum, baik tertulis maupun tidak tertulis yg mengatur agraria; hukum yg mengatur tt pemanfaatan bumi, air, dan ruang angkasa; --<b> alam</b> ketentuan menurut kodrat alam; --<b> Allah</b> kepastian yg ditentukan oleh Allah; takdir Allah; --<b> Archimedes</b> patokan (dalil) yg dibuat oleh Archimedes, yaitu benda yg dicelupkan ke dl zat cair mendapat tekanan ke atas seberat zat cair yg dipindahkan; --<b> asasi 1</b> undang-undang dasar suatu negara; <b>2</b> hukum alam; --<b> Coulomb</b> <i>Fis</i> hukum yg menyatakan bahwa gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik berbanding lurus dng muatannya dan berbanding terbalik dng kuadrat jarak antara muatan serta bergantung pd medium muatan itu; --<b> dagang</b> hukum jual beli; hukum perniagaan; --<b> darurat</b> <i>Pol</i> hukum yg disusun oleh suatu negara untuk menghadapi keadaan darurat; --<b> DM</b> <i>Ling</i> konstruksi bahasa Indonesia, baik dl kata majemuk maupun dl kalimat bahwa bagian yg menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yg diterangkan (D) (msl <i>rumah Ali, rumah </i>diterangkan (D) dan <i>Ali</i> menerangkan (M); --<b> Ferrel</b> <i>Hid</i> hukum tt hubungan antara rotasi bumi dan gerakan angin serta arus laut; --<b> fiskal</b> hukum mengenai pajak; hukum pajak; --<b> formal</b> sistem hukum yg didasarkan atas logika hukum, tanpa pertimbangan; --<b> gereja</b> peraturan dsb yg berkenaan dng kehidupan yg berdasarkan ajaran Kristen; --<b> harta kekayaan</b> hukum yg menentukan hubungan antarpribadi mengenai kepentingan yg bernilai uang; --<b> internasional</b> hukum yg menentukan pelbagai peristiwa internasional; --<b> Islam</b> peraturan dan ketentuan yg berkenaan dng kehidupan berdasarkan Alquran dan hadis; hukum syarak; --<b> jemur</b> hukuman yg dilaksanakan dng jalan menjemur terhukum di terik matahari; --<b> karma</b> hukum yg menyatakan bahwa siapa berbuat akan merasakan akibatnya; hukum balas; --<b> kelembapan</b> <i>Fis</i> hukum yg dikemukakan oleh Newton (1687) yg menyatakan bahwa setiap benda tetap bertahan dl keadaan diam atau dl keadaan gerak lurus beraturan tidak dipercepat, kecuali bila ada gaya neto yg mempengaruhinya; --<b> keluarga</b> hukum yg menentukan hubungan yg timbul krn ikatan kekerabatan; --<b> kibal</b> adat bahwa sebagian maskawin tidak diberikan kpd pihak wanita krn sudah bukan perawan lagi; --<b> kisas</b> hukuman yg dijatuhkan sama dng perbuatan yg dilakukan (hukuman mati dijatuhkan kpd pembunuh); --<b> laut</b> hukum dan undang-undang yg berhubungan dng laut; --<b> mungkal</b> denda adat yg tinggi yg dijatuhkan kpd seseorang yg membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu; --<b> negara</b> (ketentuan) hukum mengenai negara; --<b> objektif</b> keseluruhan kaidah yg dapat diterapkan secara umum thd semua warga masyarakat selama mereka tunduk pd suatu sistem hukum umum; --<b> perbuatan</b> keseluruhan peraturan hukum mengenai hubungan kerja yg mengakibatkan seseorang secara pribadi ditempatkan di bawah pimpinan orang lain dan mengenai keadaan penghidupan yg langsung bersangkut-paut dng hubungan kerja itu; --<b> perdata</b> hukum yg mengatur hak, harta benda, dan hubungan antara orang dan orang dl satu negara; --<b> perdata formal</b> hukum perdata materiil; --<b> perdata materiil</b> hukum perdata yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dikenai hukum perdata, dan hukuman perdata yg dapat dijatuhkan; --<b> perkawinan</b> undang-undang yg menata dan mengatur kehidupan bersama secara sah antara pria dan wanita serta hak dan kewajiban dr kedua pihak; --<b> pidana</b> hukum yg menentukan peristiwa (perbuatan kriminal) yg diancam dng pidana; --<b> pidana formal</b> hukum pidana yg mengatur tata cara penyelesaian perkara pidana melalui peradilan; hukum acara pidana; --<b> pidana materiil</b> hukum pidana yg mengatur ihwal yg dilarang atau yg diharuskan, orang yg dapat dipidana, dan pidana yg dapat dijatuhkan; --<b> pidana subjektif</b> hak negara untuk menghukum orang yg melanggar peraturan hukum pidana objektif; --<b> politik</b> hukum yg mengatur hubungan hukum negara dng orang, antara negara dan bagian-bagiannya, antara negara yg satu dan negara lainnya; --<b> positif</b> hukum yg sedang berlaku; --<b> pribadi</b> hukum yg menentukan keadaan (kedudukan) serta hak dan kewajiban pribadi; --<b> resam</b> hukum adat; --<b> rimba</b> hukum yg berlaku yg menyatakan siapa yg menang atau yg kuat dialah yg berkuasa; --<b> sipil</b> <i>ark</i> hukum perdata; --<b> syarak</b> hukum Islam; --<b> taklifi</b> <i>Ar</i> hukum yg mengandung tuntutan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang mukalaf; --<b> taktertulis</b> hukum kebiasaan atau hukum yg terkandung dl keputusan pengadilan yg tidak pernah mengurangi bentuk undang-undang; --<b> tata negara</b> keseluruhan norma hukum yg mengatur pembentukan negara, pemerintahan, perundang-undangan; --<b> Tuhan</b> hukum dr Tuhan; --<b> waris</b> hukum yg mengatur tt nasib harta peninggalan pewaris; --<b> yurisprudensi</b> hukum berdasarkan putusan hakim yg mengandung kaidah hukum tertentu yg dijadikan ajaran, pedoman dan/atau diikuti oleh hakim lain dl memutuskan perkara yg serupa atau sejenis;<br><b>ber·hu·kum</b> <i>v</i> <b>1</b> menggunakan hukum; ada hukumnya; <b>2</b> mencari (meminta dsb) keadilan hukum (kpd); berhakim (kpd): <i>ia sudah ~ kpd sekalian penghulu di dl negerinya;</i> <b>3</b> beperkara; bersengketa;<br><b>meng·hu·kum</b> <i>v</i> <b>1</b> menjatuhkan hukuman kpd; membiarkan orang menderita atau susah sbg balasan atas pelanggaran yg telah dilakukannya:<i> pemerintah selalu ~ orang yg bersalah;</i> <b>2</b> mencela keras; sama sekali tidak membenarkan: <i>semua orang ~ tindakan yg biadab itu;<br></i><b>meng·hu·kum·kan</b> <i>v</i> <b>1</b> menghukum; menjatuhkan hukuman kpd; <b>2</b> menjadikan hukum; memasukkan dl hukum; <b>3</b> menentukan (najis, haram, dsb) menurut hukum Islam; <b>4</b> <i>Sos</i> memerintah (negeri, rakyat, dsb);<br><b>ter·hu·kum 1</b> <i>v</i> dihukum; <b>2</b> <i>n</i> (orang) yg dihukum; orang yg dijatuhi hukuman;<br><b>hu·kum·an</b> <i>n</i> <b>1</b> siksa dsb yg dikenakan kpd orang yg melanggar undang-undang dsb; <b>2</b> keputusan yg dijatuhkan oleh hakim; <b>3</b> hasil atau akibat menghukum: <i>dia yg berbuat, dia yg boleh ~;<br></i>~<b> buang</b> hukuman yg dijatuhkan kpd terpidana dng dibuang ke tempat yg terpencil; ~<b> gantung</b> hukuman mati dng digantung; ~<b> kawalan</b> hukuman yg berupa pencabutan kebebasan orang (orang yg dihukum tidak boleh bepergian dsb dng bebas); ~<b> kurungan</b> hukuman yg berupa penyekapan di dl penjara (tetapi bukan krn kejahatan); ~<b> mati</b> hukuman yg dijalankan dng membunuh (menembak, menggantung) orang yg bersalah; ~<b> pancung</b> hukuman yg dilakukan dng memancung atau menebas leher terpidana; ~<b> penjara</b> hukuman yg berupa penyekapan dl penjara; ~<b> percobaan</b> hukuman penjara yg tidak dijalani di lembaga pemasyarakatan, tetapi selama dl masa percobaan itu terpidana tidak boleh melakukan hal-hal yg bertentangan dng hukum, apabila dl masa percobaan itu terpidana melawan hukum, hukuman yg diterimanya harus dijalani di lembaga pemasyarakatan; ~<b> rotan</b> hukuman yg dijalankan dng menyebat orang yg bersalah dng rotan; ~<b> titipan</b> hukuman kurungan;<br><b>ke·hu·kum·an</b> <i>n</i> hal ihwal hukum