<b>hu·bung</b>, <b>ber·hu·bung 1</b> <i>v</i> bersambung atau berangkai (yg satu dng yg lain): <i>paviliun itu ~ dng rumah induk;</i> <b>2</b> bertalian (dng); berkaitan (dng); bersangkutan (dng): <i>kedatangannya di Jakarta itu ~ dng adanya Kongres Bahasa Indonesia;</i> <b>3</b><i> p cak</i> oleh sebab; karena: ~<i> hujan, saya tidak jadi ke rumahmu;<br></i><b>ber·hu·bung·an</b> <i>v</i> <b>1</b> bersangkutan (dng); ada sangkut pautnya (dng); bertalian (dng); berkaitan (dng): <i>penahanan itu ~ dng peristiwa pembunuhan baru-baru ini;</i> <b>2</b> bertemu (dng); mengadakan hubungan (dng): <i>ia sudah ~ langsung dng kepala kantor;</i> <b>3</b> bersambung: <i>bejana-bejana itu ~ sehingga tinggi permukaan air yg ada di dalamnya sama;</i> <b>4</b> tukar-menukar atau beri-memberi (kabar, pikiran, dsb) dng perantaraan telepon, surat-menyurat, dsb: <i>sekarang kita sudah dapat ~ langsung dng sanak saudara kita di Eropa;<br></i><b>meng·hu·bungi</b> <i>v</i> bertemu untuk membicarakan sesuatu: <i>sbg penduduk baru pertama-tama kita harus ~ ketua RT setempat;<br></i><b>meng·hu·bung·kan</b> <i>v</i> <b>1</b> menjadikan berhubungan (bersambungan); menyambungkan: <i>garis itu ~ titik A dng titik B;</i> <b>2</b> mempertalikan (dng); menyangkutpautkan (dng): <i>ia ~ pertanyaannya dng masalah yg baru saja dibahas;</i> <b>3</b> mempertemukan (dng); menjadikan satu (dng); menggabungkan (dng): <i>ia telah ~ calon pembeli mobil itu dng penjualnya;</i> <b>4</b> mengadakan hubungan (perhubungan): <i>kapal tambang itu ~ beberapa pulau;<br></i><b>meng·hu·bung-hu·bung·kan</b> <i>v</i> menyangkutpautkan; menghubungkan;<br><b>hu·bung·an</b> <i>n</i> <b>1</b> keadaan berhubungan: ~<i> yg harmonis antara suami istri perlu dibina;</i> <b>2</b> kontak: <i>untuk membeli barang itu dng harga yg lebih murah sebaiknya kita mengadakan ~ langsung dng produsen;</i> <b>3</b> sangkut-paut: <i>jabatan yg dipegangnya itu tidak ada ~ nya dng keahliannya;</i> <b>4</b> ikatan; pertalian (keluarga, persahabatan, dsb): <i>antara mereka masih ada ~ keluarga; ~ persahabatan antara bangsa-bangsa Asia Tenggara;<br></i>~<b> analogi</b> <i>Ling</i> tersubstitusikannya satu konstituen dng konstituen lain dl konstruksi penyematan; ~<b> antarindividu</b> <i>Antr</i> jaringan sosial yg terwujud krn interaksi antara individu tertentu; ~<b> asosiatif</b> <i>Ling</i> hubungan paradigmatis; ~<b> bapak-anak buah</b> jaringan sosial yg terwujud krn interaksi seseorang yg berkedudukan sosial tinggi dng orang-orang yg berkedudukan sosial lebih rendah, dl hal ini pihak yg kedua memberi jasa kpd pihak pertama yg telah memberi perlindungan; ~<b> dagang</b> <i>Man</i> usaha timbal balik antara pelanggan dan pemasok (pembekal) untuk meningkatkan manfaat bagi pihak masing-masing; ~<b> darah</b> hubungan keluarga; ~<b> diplomatik</b> hubungan dng perantaraan perwakilan antara dua negara; ~<b> formal</b> hubungan resmi; ~<b> gramatikal</b> hubungan antarkata berdasarkan kaidah gramatikalnya; ~<b> harga</b> perbandingan harga di antara berbagai komoditas; ~<b> hukum</b> <i>Huk</i> ikatan yg disebabkan oleh peristiwa hukum; ~<b> informal</b> hubungan di antara orang-orang dl organisasi yg tidak diatur dl dasar hukum pendirian organisasi; ~<b> kausal</b> hubungan sebab akibat; ~<b> kebudayaan</b> <i>Antr</i> kaitan di antara dua masyarakat krn adanya persamaan beberapa unsur kebudayaan; ~<b> kekaryaan</b> hubungan antara pengusaha dan karyawan yg lebih bersifat hubungan perseorangan dp hubungan sbg anggota organisasi karyawan; ~<b> kekerabatan</b> hubungan di antara dua individu atau lebih krn asal-usul yg sama; ~<b> keluarga</b> hubungan di antara dua individu atau lebih krn pertalian darah; ~<b> logis</b> hubungan di antara dua peristiwa yg ditemukan dng sebab, bukan dng observasi langsung; ~<b> luar nikah</b> hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yg belum atau tidak menjadi suami istri; ~<b> masyarakat</b> bagian lembaga pemerintah atau swasta yg melakukan kegiatan mencari dukungan publik bagi usaha-usahanya; ~<b> paradigmatis</b> <i>Ling </i>hubungan antara dua unsur pd tataran tertentu yg dapat dipertukarkan; ~<b> perburuhan</b> sistem hubungan yg berkembang di dl masyarakat industri, yaitu manajer, pekerja, agen khusus pemerintah dan dl tiga lingkungan kekuatan, yaitu kondisi teknologi, situasi pasar, dan hubungan kekuasaan di dl masyarakat; ~<b> resmi</b> <i>Antr</i> pranata yg terwujud krn adanya interaksi menurut adat dan norma masyarakat; ~<b> seks</b> kontak jasmaniah antarmanusia untuk kenikmatan; ~<b> singkat</b> <i>El</i> korsleting; ~<b> sintagmatis</b> <i>Ling</i> hubungan linier pd satuan tertentu di antara unsur-unsur bahasa; ~<b> sosial</b> hubungan seseorang dng orang lain dl pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat;<br><b>per·hu·bung·an</b> <i>n</i> <b>1</b> hubungan; <b>2</b> segala yg bertalian dng lalu lintas dan telekomunikasi (spt jalan, pelayaran, penerbangan, pos): ~<i> udara antara kedua kota itu telah pulih kembali;</i> <b>3</b> cara orang, negara, dsb berhubungan satu dng yg lain: <i>kedua negara itu akan meningkatkan ~ dagang mereka</i>;<br><b>mem·per·hu·bung·kan</b> <i>v</i> menghubungkan;<br><b>peng·hu·bung</b> <i>n</i> <b>1</b> yg menghubungkan: <i>“dan”, “karena”, “tetapi”, adalah kata ~;</i> <b>2</b> alat dsb yg menghubungkan dua tempat yg terpisah: <i>jalan ini merupakan ~ lalu lintas antara kota Trenggalek dan kota-kota lain di sekitarnya;</i> <b>3</b> orang yg bertindak sbg perantara (makelar, calo, muncikari, dsb);<br><b>peng·hu·bung·an</b> <i>n</i> proses, cara, perbuatan menghubungkan