<b>aku</b> <i>pron</i> yg berbicara atau yg menulis (dl ragam akrab); diri sendiri; saya;<br><b>ber·a·ku</b> <i>v</i> memakai kata aku: <i>ia ~ dan berengkau dng tamunya itu</i>;<br><b>ber·a·ku-a·ku·an</b> <i>v</i> <b>1</b> sama-sama menyebut diri aku; <b>2</b> saling berjanji setia; bersepakat hendak berbuat sesuatu;<br><b>meng·a·ku</b> <i>v</i> <b>1</b> menyatakan (menganggap) dirinya (pandai, kaya, dsb): <i>pemuda itu ~ (dirinya) bodoh</i>; <b>2</b> membenarkan (tuduhan dsb thd dirinya): <i>pencuri itu sudah ~;</i> <b>3</b> menerima dan menyatakan (bahwa dirinya salah, keliru, dsb): <i>ia ~ salah</i>; <b>4</b> menanggung (akan): <i>siapa yg ~ biayanya</i>; <b>5</b> menyanggupi: <i>ia pun ~ bunyi perjanjian itu</i>; <b>6</b> menganggap (sbg): ~<i> anak; ~ bapak</i>; <b>7</b> <i>cak</i> selalu menceritakan diri sendiri; memegahkan diri; membanggakan diri: <i>di mana-mana ia selalu ~ saja</i>;<br><b>meng·a·kui</b> <i>v</i> <b>1</b> mengaku akan (kesalahan, dosa, dsb): <i>terdakwa telah ~ perbuatannya</i>; <b>2</b> menyatakan sah (benar, berlaku, dsb): <i>belum semua negara ~ negara baru itu</i>; <b>3</b> menyatakan berhak (atas): <i>ia ~ barang itu padahal bukan miliknya</i>; <b>4</b> memasuki (tt setan, jin, dsb): <i>orang halus telah ~ anak yg malang itu</i>;<br><b>meng·a·ku·kan</b> <i>v</i> menjadikan (membiarkan) supaya mengaku;<br><b>aku·an</b> <i>n</i> <b>1</b> yg telah diakui; <b>2</b> orang halus (hantu dsb) yg menjadi pelindung atau yg memasuki orang;<br><b>peng·a·ku</b> <i>n</i> yg mengaku;<br><b>peng·a·ku·an</b> <i>n</i> proses, cara, perbuatan mengaku atau mengakui;<br>~<b> de facto</b> <i>Lt Pol</i> pengakuan thd suatu pemerintahan yg secara nyata menjalankan kekuasaan efektif pd suatu negara atau wilayah; ~<b> de jure</b> pengakuan thd suatu pemerintahan secara hukum, ditandai dng adanya pertukaran wakil diplomatik di antara kedua negara; ~<b> iman</b> pengakuan mempercayai (agama dsb); ~<b> negara</b> <i>Pol</i> proses yg menjadikan suatu kesatuan politik menjadi anggota hukum internasional dan diterima sbg anggota baru masyarakat internasional; ~<b> pemerintah</b> <i>Pol</i> tindakan resmi (spt tukar-menukar duta besar) yg mengakui adanya pemerintahan dan berarti kesiapan untuk mengadakan hubungan resmi;<br><b>ke·a·ku·an</b> <i>n</i> sifat mementingkan diri sendiri: <i>tiap orang, besar atau kecil, ada ~ nya